Hanya karena sepatah kata TIDAK, kenyataan telah menyinggung perasaanku. Akan kugenggam sang waktu dan kuhentikan kenyataan. Bagiku menggerek bendera kasih adalah henti yang tak ada sebelum tercapai, sekalipun berada di tanah yang tak pernah ada, sekalipun hendak mencapai puncak sang takdir.
Perhitungan akan melahirkan permusuhan abadi. Kunyatakan perang pada semua yang coba menghalangiku. Sejuta bala tentara cinta besertaku, Akan kubakar peradaban cinta kasihmu, dan arangnya kupakai menoreh namaku, hingga setiap pencapaianmu aku akan di sana. Hunusan rinduku akan menyulut segalanya. Membuat benci merinding, terharu, lalu Berpaling pergi dan Menyesal.
Dimana pun berada akan kujemput kekasihku, Sekalipun neraka tempat bersembunyi.
Berkendara lara hati aku kesana. Akan kubuat api menangis meneteskan embun, Akan kubuat Salju terbakar kehangatan. Menjelmakan istana bertahtakan mulia tempat berbakti kepadaku.
Ini hanyalah pertarunganku dengan kata TIDAK darimu. Hanya padaNya tempatmu mengadu, andaipun kau mengeluh kepadaNya. Akupun akan menuntut keadilanNya. Andai ia berkehendak memisahkan kita, hanya ada satu jalan dan bukan merelakanmu pada selain aku. Mulialah ia Kau panggil kehadiratMu, kemudian tancapkan kata TIDAK itu ke jantung hatiku, terus dan terus kubawa menelusuri isi jagat sebagai bukti menemuimu di alam lain yang jauh lebih mulia.